Tren alokasi dana masyarakat di Vietnam menunjukkan pergeseran menarik pada pertengahan tahun ini. Berdasarkan data terbaru dari State Bank of Vietnam (SBV), total simpanan rumah tangga di institusi perbankan negara tersebut berhasil menembus angka fantastis melampaui 390 miliar dolar AS. Fenomena ini memperlihatkan kecenderungan masyarakat yang tetap memilih perbankan sebagai sarana aman untuk menyimpan aset mereka.
BACA JUGA
Berdasarkan rilis resmi dari bank sentral, angka simpanan rumah tangga tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 0,45 persen jika dibandingkan dengan posisi pada akhir tahun 2025. Sebaliknya, dari pantauan redaksi, simpanan dari sektor korporasi dan organisasi ekonomi justru mengalami penurunan sebesar 1,62 persen menjadi sedikit di atas angka VND 6 kuadriliun atau setara dengan 227,64 miliar dolar AS.
Menurut laporan otoritas moneter, outstanding kredit di seluruh sektor ekonomi telah mencapai kisaran VND 19,4 kuadriliun atau sekitar 736,05 miliar dolar AS hingga pertengahan Mei. Jumlah tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 18,3 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, total mobilisasi modal hanya tumbuh mendekati 14,9 persen menjadi sekitar VND 18 kuadriliun atau setara 682,93 bakar dolar AS.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, melebarnya jarak antara laju pertumbuhan kredit dan pertumbuhan dana pihak ketiga ini berpotensi memicu tekanan baru pada likuiditas sistem perbankan domestik. Tekanan ini diprediksi akan semakin nyata apabila aktivitas penyaluran pinjaman terus melaju mendahului kemampuan perbankan dalam menghimpun modal dari masyarakat.
Suku bunga deposito di pasar perbankan Vietnam sendiri terpantau mulai melandai secara bertahap setelah bank sentral meminta para pelaku industri untuk memangkas suku bunga pada awal April lalu. Dari pantauan redaksi di lapangan, VPBank menawarkan suku bunga online sebesar 6,2 persen per tahun untuk tenor enam bulan dengan penempatan dana minimal VND 100 juta, sedangkan Sacombank mematok bunga tertinggi hingga 7,1 persen untuk tenor jangka panjang 24 dan 36 bulan.
Menurut data perbandingan pasar, bank-bank milik pemerintah terpantau tetap mempertahankan tingkat suku bunga yang jauh lebih rendah. Agribank terpantau menawarkan bunga hingga enam persen per tahun khusus untuk penempatan dana tenor 24 bulan, sementara instrumen jangka pendek enam hingga 11 bulan berada di level empat persen. Di sisi lain, Vietcombank menetapkan bunga 3,5 persen per tahun untuk deposito online enam bulan dan maksimal enam persen untuk tenor 24 bulan.
Menyikapi perkembangan tersebut, SBV mengonfirmasi bahwa mereka telah mengimplementasikan berbagai langkah taktis untuk mendukung likuiditas perbankan melalui operasi pasar terbuka dan instrumen kebijakan lainnya. Langkah tersebut mencakup penyediaan pendanaan jangka panjang hingga dua bulan serta pelaksanaan operasi swap valuta asing untuk menyuntikkan likuiditas tambahan ke dalam sistem keuangan.
Berdasarkan keterangan resmi dari departemen kebijakan moneter bank sentral, rata-rata suku bunga untuk deposito baru telah turun menjadi sekitar 5,7 persen per tahun, atau menyusut sekitar 0,26 persentase poin dari akhir Maret seiring dengan suku bunga kredit yang mulai merosot. Kebijakan mempertahankan suku bunga rendah ini sengaja ditempuh untuk membantu masyarakat serta pelaku usaha mendapatkan akses modal dengan biaya rasional demi mendukung target pertumbuhan ekonomi pemerintah.
BACA JUGA
Gerindra: Sapi Kurban Presiden dari APBN Tidak Melanggar Aturan — Partai Gerindra menyatakan bahwa pengadaan 1.098 sapi kurban oleh Presiden Prabowo Subianto mengguna...