Masa depan kursi kepelatihan Persija Jakarta mulai menemui titik terang menjelang berakhirnya masa bakti Mauricio Souza. Kontrak juru taktik asal Brasil tersebut bersama Macan Kemayoran akan segera habis seiring dengan selesainya kompetisi Super League musim 2025/2026.
BACA JUGA
Berdasarkan catatan kesepakatan sebelumnya, Mauricio Souza memang hanya menandatangani kontrak berdurasi satu musim sejak resmi diumumkan oleh manajemen Persija Jakarta pada 27 Mei 2025 lalu. Situasi ini sempat memicu spekulasi dan rasa penasaran di kalangan pendukung setia klub mengenai kelanjutan kariernya.
Menurut penjelasan dari Mauricio Souza, ia menyadari adanya ketertarikan publik terkait kepastian masa depannya di ibu kota. Namun, ia memberikan indikasi kuat bahwa pihak manajemen klub memiliki keinginan agar dirinya tetap bertahan, dan dari sisi pribadi pun ada ketertarikan serupa untuk melanjutkan kerja sama tersebut.
Dari pantauan redaksi, perjalanan performa Persija Jakarta di bawah arahan pelatih asal Brasil ini terbilang fluktuatif sepanjang musim. Skuad Macan Kemayoran sempat bersaing ketat dalam perebutan takhta juara bersama dua tim papan atas lainnya, yakni Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda.
Berdasarkan hasil pertandingan di lapangan, peluang juara Persija Jakarta mulai memudar setelah mereka menelan kekalahan tipis 1-2 dari Persib Bandung pada pekan ke-32. Kendati demikian, Persija Jakarta akhirnya berhasil menutup kompetisi dengan bertengger di peringkat ketiga klasemen akhir setelah mengumpulkan 71 poin.
Menurut pandangan tim analisis, pencapaian finis di posisi ketiga ini menunjukkan adanya indikasi perkembangan positif bagi performa tim jika dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya. Berdasarkan informasi terkini, manajemen klub sedang mempersiapkan evaluasi total terhadap kerangka skuad demi mematangkan proyek baru agar Persija Jakarta bisa tampil sebagai penantang gelar yang lebih solid pada musim depan.
BACA JUGA
Evaluasi Persija Jakarta: Lemah di Kandang, Sangar di Tandang — Persija Jakarta finis di peringkat ketiga Super League 2025/26 karena gagal memaksimalkan laga kanda...