Pemerintah Vietnam secara resmi mengeluarkan instruksi darurat kepada otoritas lokal di seluruh negeri untuk memperketat langkah pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan. Berdasarkan pantauan redaksi, kebijakan ini diambil menyusul peningkatan status siaga di berbagai wilayah menyusul gelombang panas ekstrem yang terus membakar sebagian besar provinsi di negara tersebut.
BACA JUGA
Menurut instruksi dari kementerian terkait, pemerintah daerah diminta meningkatkan inspeksi lapangan pada titik rawan serta menyiapkan logistik, personel, dan peralatan pemadam secara maksimal. Dari pantauan redaksi, pengawasan ketat juga mulai diberlakukan terhadap aktivitas pembukaan lahan pertanian dengan metode tebang bakar guna meminimalkan risiko percikan api.
Berdasarkan laporan dari Forestry and Forest Ranger Department, tujuh provinsi di wilayah tengah Vietnam yang membentang dari Thanh Hoa hingga Quang Ngai kini berada pada status siaga merah tingkat lima. Wilayah ini dilaporkan mengalami kombinasi mematikan antara suhu ekstrem dan tiupan angin foehn atau angin Lao yang membawa udara panas dan kering.
Kombinasi antara vegetasi yang mengering akibat kemarau panjang serta embusan angin kencang membuat bahan bakar alami di lantai hutan menjadi sangat mudah terbakar. Otoritas setempat menyatakan bahwa situasi ini membuat api yang muncul akan sangat cepat menjalar dan sulit dikendalikan oleh tim pemadam di lapangan.
Berdasarkan data meteorologi, wilayah Central Highlands seperti Provinsi Gia Lai dan Lam Dong, serta kawasan selatan Vietnam juga berada dalam ancaman bahaya tingkat empat hingga lima. Kawasan hutan pinus, hutan melaleuca, dan hutan gugur di daerah tersebut dinilai memiliki tingkat kelembapan tanah yang sangat rendah meskipun sempat diguyur hujan ringan.
Sementara itu, wilayah utara Vietnam yang meliputi Phu Tho, Thai Nguyen, Lang Son, dan Bac Ninh juga menghadapi risiko kebakaran hutan tingkat empat akibat kondisi kering di awal musim. Menurut National Center for Hydro-Meteorological Forecasting, ini merupakan salah satu dari tiga gelombang panas paling intens yang pernah tercatat pada bulan Mei sejak tahun 2021.
Dari pengamatan tim redaksi di beberapa kota besar seperti Hanoi, masyarakat harus berhadapan dengan suhu harian yang mencapai 38 hingga 40 derajat Celsius. Data dari badan meteorologi menunjukkan setidaknya terdapat 17 stasiun pemantau cuaca di delapan provinsi yang mencatatkan suhu udara harian di atas 40 derajat Celsius.
Menurut penjelasan dari Nguyen Van Huong selaku kepala departemen prakiraan cuaca, durasi paparan panas ekstrem kali ini terjadi dalam rentang waktu yang tidak biasa, yaitu sejak pukul 09.00 pagi hingga pukul 19.00 malam. Berdasarkan analisis tim forecaster, kondisi menyengat ini diprediksi masih bertahan di wilayah utara sebelum potensi hujan tiba untuk membawa penurunan suhu.
BACA JUGA
Park Hang-seo Resmi Ditunjuk Jadi Pelatih Baru Kanchanaburi FC — Mantan pelatih timnas Vietnam, Park Hang-seo, resmi ditunjuk sebagai manajer baru klub Thailand Kanc...