Gelombang panas ekstrem yang melanda wilayah utara Vietnam telah memicu lonjakan signifikan dalam kasus darurat medis di berbagai rumah sakit utama. Berdasarkan pantauan redaksi, peningkatan suhu udara yang sangat drastis ini memaksa banyak warga, terutama pekerja lapangan, harus dilarikan ke ruang perawatan intensif akibat mengalami kelelahan ekstrem hingga sengatan panas.
BACA JUGA
Menurut laporan dari Bach Mai Hospital di Hanoi, fasilitas medis tersebut mencatat kenaikan hingga 30 persen untuk kasus darurat yang berkaitan langsung dengan cuaca panas. Sebagian besar pasien yang masuk merupakan usia dewasa muda yang menunjukkan gejala kelelahan parah serta sengatan panas atau heatstroke setelah beraktivitas di luar ruangan.
Berdasarkan data dari Dr. Dang Tuan Dung selaku perwakilan pusat darurat Bach Mai Hospital, pihak rumah sakit biasanya menerima sekitar 250 pasien per hari. Namun, pengamatan tim redaksi menunjukkan angka tersebut kini melonjak drastis hingga mendekati 300 pasien setiap harinya selama periode gelombang panas berlangsung.
Menurut penjelasan medis dari Dr. Dang Tuan Dung, suhu luar ruangan yang telah melampaui 40 derajat Celsius sangat berdampak buruk pada kesehatan masyarakat. Kondisi ini memicu peningkatan kasus terbakar sinar matahari, kram otot, pingsan, dan yang paling berbahaya adalah terjadinya syok akibat panas atau heat shock.
Dari pantauan redaksi di lapangan, banyak pekerja muda dibawa ke ruang gawat darurat dalam kondisi kelelahan hebat dan berkeringat secara berlebihan. Pada beberapa kasus yang lebih serius, para korban bahkan mengalami lonjakan suhu tubuh yang sangat tinggi, kehilangan kesadaran, hingga mengalami kejang-kejang.
Pihak Bach Mai Hospital juga melaporkan baru-baru ini merawat seorang pekerja konstruksi pria yang pingsan setelah terpapar sinar matahari dalam waktu lama. Pasien tersebut didiagnosis menderita rhabdomyolysis, sebuah kondisi serius berupa kerusakan jaringan otot, serta gagal ginjal akut yang dipicu oleh dehidrasi parah.
Sementara itu, laporan serupa juga datang dari Phu Tho General Hospital di Provinsi Phu Tho. Pihak rumah sakit dilaporkan telah menangani dua orang petani yang berada dalam kondisi kritis akibat syok panas dan sempat mengalami koma setelah bekerja tanpa henti di bawah terik matahari di area persawahan terbuka terbuka.
Menurut pengamatan tim redaksi, dampak cuaca ekstrem ini tidak hanya menyerang fisik, tetapi juga memengaruhi kesehatan mental masyarakat. Mental Health Institute di Bach Mai Hospital mencatat adanya peningkatan jumlah pasien psikiatri yang mengalami pemburukan gejala akibat cuaca panas yang berkepanjangan.
Berdasarkan peringatan resmi yang dikeluarkan oleh Ministry of Health Vietnam, warga diimbau untuk meminimalkan aktivitas di luar ruangan, terutama antara pukul 10.00 pagi hingga 4.00 sore. Warga yang tetap harus bekerja di luar ruangan disarankan untuk mengatur ulang jadwal ke waktu yang lebih sejuk serta menggunakan pelindung kepala dan leher.
Berdasarkan data dari pusat meteorologi nasional setempat, suhu di Vietnam utara dan tengah saat ini masih tertahan di angka 37 hingga 39 derajat Celsius, bahkan beberapa wilayah di Hanoi mencapai 40 derajat Celsius. Cuaca panas ekstrem ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga hari Kamis sebelum mulai mereda pada hari Jumat.
BACA JUGA
Kilas Berita Vietnam: Aturan Kerja Asing hingga Rute Baru VietJet Air — Pemerintah Vietnam merancang pelonggaran izin kerja bagi tenaga asing, sementara maskapai penerbanga...