Industri manufaktur global menyaksikan pergeseran peta kekuatan baru setelah Vietnam berhasil menembus peringkat sepuluh besar negara produsen baja mentah terbesar di dunia untuk pertama kalinya. Berdasarkan data estimasi terbaru dari World Steel Association (Worldsteel), pencapaian historis ini dipicu oleh lonjakan volume produksi dalam beberapa bulan terakhir, yang sekaligus menggeser posisi sejumlah negara produsen tradisional.
BACA JUGA
Berdasarkan laporan Worldsteel, Vietnam diperkirakan memproduksi sekitar 2,1 juta metrik ton baja mentah pada bulan lalu saja, mengalami kenaikan sebesar empat persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Lonjakan output yang konsisten ini secara otomatis mendorong posisi sang Macan Asia Tenggara masuk ke dalam jajaran elite produsen baja global.
Akumulasi performa positif tersebut kian terlihat sepanjang empat bulan pertama tahun 2026, di mana total produksi baja mentah Vietnam sukses menyentuh angka 8,5 juta metrik ton. Angka performa luar biasa ini menandai pertumbuhan sebesar 8,4 persen dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun 2025 lalu.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, melesatnya peringkat Vietnam juga dipengaruhi oleh penurunan performa kompetitor utamanya, seperti Iran yang sebelumnya kokoh di posisi sepuluh besar hingga Februari namun kini melorot ke peringkat ke-12 dengan output 1,8 juta metrik ton. Penurunan drastis negara Timur Tengah tersebut terjadi menyusul adanya gangguan operasional serius pada pabrik baja Khuzestan dan Mobarakeh akibat konflik geopolitik di wilayah tersebut.
Menurut analisis dari Asosiasi Baja Vietnam (VSA), industri baja domestik memang telah mengalami ekspansi yang sangat masif, baik dari segi skala kapasitas produksi maupun diversifikasi produk selama beberapa dekade terakhir. Dari pantauan redaksi, kondisi ini sangat kontras dengan situasi tahun 2000, di mana pabrik-pabrik lokal masih sangat bergantung pada impor bahan baku bilet hanya untuk memenuhi kebutuhan baja konstruksi domestik.
Transformasi besar mulai terlihat sejak tahun 2010 ketika tingkat kemandirian industri baja Vietnam meningkat pesat hingga mampu memasok berbagai jenis varian baja untuk sektor manufaktur canggih, seperti teknik mesin, galangan kapal, energi terbarukan, hingga industri pertahanan. Rekor tertinggi sempat tercipta pada tahun 2025 dengan total produksi baja mentah mencapai 24,6 million metrik ton.
Menurut data internal asosiasi, raksasa industri Hoa Phat Group menjadi motor penggerak utama di balik dominasi global ini melalui kompleks baja Hoa Phat Dung Quat yang memproduksi baja berkualitas tinggi. Pada tahun 2025, perusahaan tersebut menyumbang 11 juta metrik ton baja mentah atau setara dengan hampir 45 persen dari total output nasional, disusul kontributor besar lain seperti Vietnam Steel Corporation dan Formosa Ha Tinh Steel.
Asosiasi Baja Vietnam memproyeksikan sektor ini akan terus tumbuh dalam kisaran 8 hingga 10 persen sepanjang tahun 2026. Dengan target Hoa Phat Group yang membidik angka produksi melebihi 14 juta metrik ton tahun ini, posisi Vietnam di peringkat sepuluh besar dunia diperkirakan akan semakin kokoh dan sulit tergoyahkan.
BACA JUGA
Park Hang-seo Resmi Ditunjuk Jadi Pelatih Baru Kanchanaburi FC — Mantan pelatih timnas Vietnam, Park Hang-seo, resmi ditunjuk sebagai manajer baru klub Thailand Kanc...