NASIONAL

Survei: Warga Vietnam Hemat Belanja tapi Terbuka pada Produk Baru

By Bambang Wibowo • 2 min read • 27 Mei 2026
Para pengunjung sedang melihat produk diskon di pusat perbelanjaan Vincom Center Dong Khoi

Para pengunjung sedang melihat produk diskon di pusat perbelanjaan Vincom Center Dong Khoi

Masyarakat Vietnam dilaporkan kian memperketat anggaran belanja mereka di tengah dinamika ekonomi yang terjadi sepanjang tahun ini. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, fenomena perubahan perilaku konsumen tersebut memaksa sebagian besar masyarakat untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pokok dan menekan pos pengeluaran sekunder.

Menurut data dari NielsenIQ yang dipaparkan oleh Nguyen Cao Ngoc Dung selaku pimpinan pengembangan pasar untuk Vietnam dan Filipina, persentase konsumen yang memangkas pengeluaran melonjak drastis hingga menyentuh 57 persen pada tahun 2026. Angka tersebut menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan periode tahun 2025 yang hanya berada di kisaran 43 percent.

Dari pantauan redaksi, sektor barang konsumen cepat habis atau fast-moving consumer goods mengalami pertumbuhan sebesar 1,7 persen pada tahun lalu, namun volume penjualan riil justru merosot 1,1 persen. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa pertumbuhan nilai pasar lebih banyak dipicu oleh kenaikan harga barang alih-alih peningkatan permintaan riil dari masyarakat.

Berdasarkan analisis perilaku belanja, banyak konsumen kini memilih untuk lebih sering memasak di rumah demi menghemat pengeluaran. Selain mengurangi pembelian barang-barang mewah, para pembeli juga terpantau lebih aktif mencari program diskon secara daring serta menunda belanja untuk pos-pos yang dirasa tidak terlalu mendesak.

Meski anggaran belanja semakin terbatas, laporan NielsenIQ menunjukkan fakta menarik bahwa sekitar 92 persen konsumen di Vietnam tetap bersedia mencoba merek atau produk baru. Syarat utamanya adalah produk-produk tersebut harus mampu menjawab kebutuhan spesifik mereka serta menawarkan pengalaman konsumsi yang menarik.

Di sisi lain, tuntutan pasar global juga mendorong para pelaku usaha di Vietnam untuk segera berbenah. Menurut penjelasan Vu Kim Hanh selaku ketua High-Quality Vietnamese Goods Business Association, penerapan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG kini bukan lagi sekadar pilihan melainkan keharusan mutlak agar perusahaan lokal dapat terus bersaing di pasar ekspor regulasi ketat seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa.

BACA JUGA

Park Hang-seo Resmi Ditunjuk Jadi Pelatih Baru Kanchanaburi FC — Mantan pelatih timnas Vietnam, Park Hang-seo, resmi ditunjuk sebagai manajer baru klub Thailand Kanc...

TOPIK
NielsenIQ Vietnam Perilaku Konsumen FMCG Nguyen Cao Ngoc Dung Ekonomi Survei Pasar
Bambang Wibowo
Jurnalis Olahraga Senior

Bambang Wibowo adalah jurnalis sepak bola yang telah meliput sepak bola Indonesia, Vietnam, dan Asia Tenggara selama lebih dari 10 tahun. Ia dikenal dengan analisis taktik yang tajam dan informasinya yang akurat seputar bursa transfer.