Berdasarkan laporan persidangan tingkat pertama yang digelar oleh Tay Ninh People’s Court pada Rabu lalu, seorang pria bernama Tran Van Quy resmi dijatuhi hukuman mati. Pria yang berasal dari Cai Doi Vam Commune, Ca Mau Province tersebut dinyatakan bersalah atas dakwaan pembunuhan sadis dan perampokan yang dilakukan terhadap seorang pemilik kedai kopi di wilayah Vietnam Selatan.
BACA JUGA
Menurut surat dakwaan yang dibacakan di persidangan, Tran Van Quy selama ini menetap bersama mertuanya di Tay Ninh dan bekerja sebagai buruh pabrik. Tekanan ekonomi serta jeratan utang yang menumpuk dilaporkan menjadi motif utama di balik aksi nekat pria tersebut untuk merancang sebuah skenario perampokan demi mendapatkan keuntungan materi secara cepat.
Dari pantauan redaksi terhadap kronologi kejadian, peristiwa tragis ini bermula pada 12 Juli 2025 pagi ketika Quy mempersiapkan senjata tajam dan obat tidur. Berdasarkan fakta persidangan, ia sempat mencoba menutupi pelat nomor sepeda motornya dengan lakban hitam sebelum berkeliling mencari sasaran. Awalnya, ia berencana membius rekannya sendiri, namun membatalkan niat tersebut karena takut identitasnya mudah terungkap.
Menurut hasil observasi lapangan kepolisian setempat, Quy kemudian mengalihkan sasarannya ke sebuah kedai kopi hammock di sepanjang National Route 1, Long An Ward. Setelah memantau situasi selama satu jam dan memastikan pemilik toko yang merupakan seorang wanita sedang sendirian, ia meluncurkan siasat dengan berpura-pura menemukan dompet tertinggal di area toilet untuk memancing korban ke bagian belakang bangunan.
Berdasarkan keterangan saksi dan bukti di lokasi, Quy menyerang korban berulang kali menggunakan pisau hingga korban tidak berdaya. Setelah menghabisi nyawa korban, pelaku memutus aliran listrik kedai guna menonaktifkan kamera pengawas sebelum membawa kabur perhiasan anting, telepon genggam, dan sejumlah uang tunai. Barang-barang curian tersebut kemudian dijual dengan nilai total sekitar 2,7 juta VND.
Tim redaksi mencatat bahwa pihak kepolisian berhasil menangkap Tran Van Quy pada sore hari di tempat kerjanya tidak lama setelah kejadian. Panel hakim dalam putusannya menegaskan bahwa tindakan Quy sangat berbahaya, tidak memiliki sisi kemanusiaan, dan dilakukan secara terencana demi keuntungan pribadi sehingga menutup kemungkinan adanya rehabilitasi bagi terdakwa.
Selain vonis mati untuk kasus pembunuhan, pengadilan juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa empat tahun penjara untuk kasus perampokan. Namun, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Vietnam, akumulasi dari hukuman tersebut tetap mewajibkan terdakwa untuk menjalani eksekusi hukuman mati sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perbuatannya.
BACA JUGA
Kebakaran Maut di Asrama Utumishi Girls Academy Kenya, 16 Tewas — Sebuah kebakaran hebat melanda asrama Utumishi Girls Academy di Kenya, mengakibatkan 16 anak meningg...